Aksi 2 Tahun Kasus Novel Baswedan oleh Aliansi Mahasiswa UGM

0
76

Yogyakarta- Dalam rangka memperingati 2 tahun penyerangan terhadap Novel Baswedan yang tak kunjung terselesaikan, IMM UGM ikut berpartisipasi dalam aksi “2 Tahun Penyerangan Novel Baswedan” pada Jum’at (12/04/2019). Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Mahasiswa UGM  ini juga diikuti oleh para mahasiswa UGM yang peduli dengan penyelesaian kasus ini serta perwakilan dari organisasi internal maupun eksternal mahasiswa yang ada di UGM.

Aksi ini dianggap perlu menginggat rantetan kriminalisasi dan  terror kepada penggiat antikorupsi, khususnya Novel Baswedan dirasa tidak jelas ujungnya. Bahkan upaya pengungkapan kasus-kasus tersebut terus saja mengalami hambatan dan belum diketahui juga dalangnya.

Banyaknya kasus terror terhadap penggiat antikorupsi menggiring opini bahwa kasus korupsi bukan hanya persoalan hukum dan moral. Namun lebih dari itu merupakan persoalan struktural sistem politik Negara Indonesia yang terbelenggu oleh oligarki. Berbagai terror terhadap para penggiat anti korupsi merupakan sebuah reaksi dari pertahanan oligarki yang akan terusik melalui pengungkapan kasus yang ada. Bahkan, Komnas HAM sendiri sudah menyatakan  bahwa penyerangan Novel adalah obstruction of justice atau sebuah usaha untuk meghalangi kasus yang sudah berjalan.

Aksi ini berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, diawali dengan rombongan aksi yang berjalan ramai-ramai dari gelanggan UGM menuju ke Bundaran UGM. Setelah itu  dilakukanlah orasi dari beberapa perwakilan organisasi mahasiwa yang hadir. Ditengah-tengah orasi juga diselingi dengan pembacaan puisi tentang kasus yang tak kunjung selesai ini serta menyanyikan beberapa lagu tentang perjuangan. Setelah itu dilakukanlah aksi teatrikal yang bercerita tentang penyerangan terhadap Novel Baswedan di waktu subuh. Aksi teatrikal ini diperankan oleh beberapa mahasiswa dengan menggunakan topeng dan beberapa atribut lainya. Kemudian aksi dilanjutkan dengan penyalaan lilin dan doa Bersama antar agama. Sebelum penutupan aksi juga dibacakan pernyataan sikap dari Aliansi Mahasiswa UGM. Pernyataan sikap ini berdasarkan tinjauan-tinjauan dari kajian strategis berjudul “ Novel Baswedan dalam Pusaran Oligarki” serta beberapa kajian lainya. Isi dari pernyataan sikap tersebut antara lain.

  1. Mendesak kapolri untuk segera menyampaikan perkembangan tim gabungan penyidik
  2. Jika hingga Juli 2019 tidak ada perkembangan yang berarti, maka menuntut presiden untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independent
  3. Menuntut presiden terpilih untuk berkomitmen dalam penyelesaian kasus penyerangan Novel baswedan
  4. Menghimbau masyarakat untuk mengawasi jalanya kasus Novel Baswedan

LEAVE A REPLY