Blog

Mengangkat Isu Ekologi, Rencana Tindak Lanjut Darul Arqom Dasar IMM UGM Komisariat Ibnu Khaldun Kunjungi Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM

0

Pada bulan Desember Tahun 2019 lalu, IMM UGM Komisariat Ibnu Khaldun telah mengadakan Darul Arqam Dasar di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Dalam rangka melaksanakan Rencana Tindak Lanjut dari kegiatan Darul Arqam Dasar tersebut, IMM UGM Komisariat Ibnu Khaldun mengadakan kunjungan ke  Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM, Jumat (2/7). Kegiatan ini dilaksanakan karena tema DAD  yang berkaitan mengenai lingkungan memiliki kewajiban moral untuk mengetahui cara mengaplikasikan nya dengan benar di dunia nyata. Maka dari itu, IMM komisariat Ibnu Khaldun UGM mengajak para peserta DAD untuk mengamati dan mempelajari cara yang sudah dilakukan teman-teman PIAT UGM dalam merawat bumi.

Sholahuddin Al Ayubi, selaku Ketua Panitia Darul Arqam Dasar Komisariat IMM UGM Ibnu Khaldun berharap kalau kunjungan ini  bisa menciptakan kader Muhammadiyah yang mengetahui dengan pasti bagaimana cara menjaga bumi, khususnya dalam memperlakukan limbah, agar tidak mencemari lingkungan. Mereka juga harus sadar bahwa ketahanan pangan kita rendah sehingga kesadaran akan itu perlu turut dipupuk beriringan dengan menjaga lingkungan sebab kedua hal tersebut saling dukung mendukung.

Kunjungan para peserta Darul Arqam Dasar Komisariat Ibnu Khaldun ke PIAT UGM disambut ramah oleh seorang petugas lapangan PIAT. Peserta memanggilnya Bu Triya. Beliau yang memandu para peserta dari awal sampai akhir kunjungan. Meskipun peserta Darul Arqam Dasar dalam kunjungan ke PIAT UGM berasal dari klaster soshum, peserta tampak mengikuti kunjungan dengan antusias dan bahkan beberapa peserta berdiskusi setelah dijelaskan pemandu.

Dalam kunjungan ke PIAT UGM, Bu Triya menjelaskan bahwa PIAT UGM secara aktif melakukan inovasi agroteknologi guna mewujudkan kemandirian di sektor agro sebagai pilar ekonomi nasional yaitu menjadi produsen komoditas pangan dan pertanian yang andal dan berdaulat. Ucapan beliau ditunjukkan saat kunjungan ke ruang lab, di sana peserta ditunjukkan bagaimana sebuah biji dirawat dan bahkan dikembangkan untuk menjadi varietas unggul.

Tak hanya ditunjukkan cara pengembangan biji saja, peserta juga ditunjukkan peternakan sapi yang ada di PIAT UGM. Di Peternakan Sapi tersebut, Bu Dian, seorang ahli hewan menjelaskan kepada peserta mengenai proses ternak sapi. Di peternakan PIAT UGM, sapi dimandikan saat pagi lalu kemudian diperah susunya dan diolah menjadi produk susu siap minum maupun difermentasi menjadi yogurt. Tak hanya memproduksi susu saja, Bu Dian menjelaskan kalau Peternakan PIAT UGM juga mengolah kotoran dan air kencing sapi menjadi bahan bakar biogas.

Di sesi terakhir kunjungan, peserta diajak ke RInDU (Rumah Inovasi Daur Ulang), salah satu unit cabang PIAT UGM yang mengurusi sektor pengolahan sampah.

“Kami di sini hanya mengolah sampah organik dari UGM saja untuk dijadikan pupuk kompos. Kalau untuk pengolahan sampah an-organik, kami belum mampu.” Ujar Arif, Koordinator Rumah Inovasi Daur Ulang.

Inas Alimaturrahmah

Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia

Puisi Karya Kader

0

TERIKAT

Lelah kaki ini melangkah,,

Penuh kesedihan dan kepayahan yang parah,,

Dalam ketidakpastian arah,,

Dalam jiwa yang kalah dan menyerah…

Telah lama hati ini tak bersandar,,

Telah lama jiwa ini tak tersadar,,

Terombang ambing dengan keimanan yang pudar,,

Memburu kenikmatan duniawi yang tak mampu ku kejar…

Perlahan ku pahami,,

Aku lupa pada hakikat diri ini,,

Aku tidaklah sendiri,,

Ada ikatan yang kuat dengan sang kekasih Ilahi,,

Seorang anak Adam yang tiada mampu tertandingi…

Aku dan ikatanku,,

Mengembalikanku pada ingatanku,,

Sebuah cahaya penuntun dalam gelapnya arah tak menentu,,

Sebuah bintang pandu yang menunjukkan jalan untuk kembali pada Tuhanku…

Kini ku terikat,,

Pada syafaatmu yang memikat,,

Pada rinduku yang begitu hebat,,

Untuk menemuimu kelak dalam jarak yang begitu dekat…

Oleh: Vina Yunistyaningrum

Aksi 2 Tahun Kasus Novel Baswedan oleh Aliansi Mahasiswa UGM

0

Yogyakarta- Dalam rangka memperingati 2 tahun penyerangan terhadap Novel Baswedan yang tak kunjung terselesaikan, IMM UGM ikut berpartisipasi dalam aksi “2 Tahun Penyerangan Novel Baswedan” pada Jum’at (12/04/2019). Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Mahasiswa UGM  ini juga diikuti oleh para mahasiswa UGM yang peduli dengan penyelesaian kasus ini serta perwakilan dari organisasi internal maupun eksternal mahasiswa yang ada di UGM.

Aksi ini dianggap perlu menginggat rantetan kriminalisasi dan  terror kepada penggiat antikorupsi, khususnya Novel Baswedan dirasa tidak jelas ujungnya. Bahkan upaya pengungkapan kasus-kasus tersebut terus saja mengalami hambatan dan belum diketahui juga dalangnya.

Banyaknya kasus terror terhadap penggiat antikorupsi menggiring opini bahwa kasus korupsi bukan hanya persoalan hukum dan moral. Namun lebih dari itu merupakan persoalan struktural sistem politik Negara Indonesia yang terbelenggu oleh oligarki. Berbagai terror terhadap para penggiat anti korupsi merupakan sebuah reaksi dari pertahanan oligarki yang akan terusik melalui pengungkapan kasus yang ada. Bahkan, Komnas HAM sendiri sudah menyatakan  bahwa penyerangan Novel adalah obstruction of justice atau sebuah usaha untuk meghalangi kasus yang sudah berjalan.

Aksi ini berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, diawali dengan rombongan aksi yang berjalan ramai-ramai dari gelanggan UGM menuju ke Bundaran UGM. Setelah itu  dilakukanlah orasi dari beberapa perwakilan organisasi mahasiwa yang hadir. Ditengah-tengah orasi juga diselingi dengan pembacaan puisi tentang kasus yang tak kunjung selesai ini serta menyanyikan beberapa lagu tentang perjuangan. Setelah itu dilakukanlah aksi teatrikal yang bercerita tentang penyerangan terhadap Novel Baswedan di waktu subuh. Aksi teatrikal ini diperankan oleh beberapa mahasiswa dengan menggunakan topeng dan beberapa atribut lainya. Kemudian aksi dilanjutkan dengan penyalaan lilin dan doa Bersama antar agama. Sebelum penutupan aksi juga dibacakan pernyataan sikap dari Aliansi Mahasiswa UGM. Pernyataan sikap ini berdasarkan tinjauan-tinjauan dari kajian strategis berjudul “ Novel Baswedan dalam Pusaran Oligarki” serta beberapa kajian lainya. Isi dari pernyataan sikap tersebut antara lain.

  1. Mendesak kapolri untuk segera menyampaikan perkembangan tim gabungan penyidik
  2. Jika hingga Juli 2019 tidak ada perkembangan yang berarti, maka menuntut presiden untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independent
  3. Menuntut presiden terpilih untuk berkomitmen dalam penyelesaian kasus penyerangan Novel baswedan
  4. Menghimbau masyarakat untuk mengawasi jalanya kasus Novel Baswedan

IMM UGM Terima Kunjungan dari PK IMM FKIP UMS

0

Yogyakarta-  Dalam rangka  menjalin silaturahmi PK IMM FKIP UMS melakukan kunjungan  ke IMM UGM, ahad (7/04/2019)

PK IMM FKIP UMS datang bersama Ketua umum PK beserta jajaran Pimpinan Komisariat dan kader PK IMM FKIP UMS yang semuanya berjumlah 28 orang. Rombongan disambut langsung oleh Ketua Korkom IMM UGM dan Pimpinan Komisariat (PK IMM) Al-Khawarizmi, Ibnu Al-Baitar, Ibnu Khaldun UGM di Aula Langgar Kidul KH. Ahmad Dahlan.

Ketua Korkom IMM UGM, Muhammad Arif Hidayat dalam sambutannya mengapresiasi kunjungan IMM UMS yang penuh perjuangan sekaligus meminta maaf atas beberapa kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.

Kunjungan ini berlangsung sejak 13.00 hingga 16.00 WIB. Diawali dengan sambutan dari ketua korkom UGM dan dilanjutkan sambutan oleh ketua PK IMM FKIP UMS. Setelah itu diadakan FGD. Pada sesi FGD ini dibentuk kelompok- kelompok sesuai bidang yang ada di IMM.
Melalui diskusi-diskusi per bidang ini,  IMM UGM dan PK IMM FKIP UMS dapat saling bertukar pengalaman dan cerita mengenai keadaan IMM di masing-masing Universitas. Tentu terdapat banyak perbedaan antara IMM UGM (Perguruan Tinggi Negeri) dan IMM UMS (Perguruan Tinggi Muhammadiyah). IMM merupakan organisasi ekstra kampus di UGM, sementara di UMS IMM merupakan organisasi internal kampus sehingga terdapat perbedaan dalam proses
prekrutan anggota, kegiatan kultular dalam internal IMM, lingkup geraknya, dan sumber pendanaan.

Meskipun begitu perbedaan ini menunjukkan bahwa semangat bermuhammadiyah hendaknya terus menyala dalam jiwa kader Muhammadiyah baik yang berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri maupun di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Akhirnya PK IMM FKIP UMS dan IMM UGM berharap bahwa silaturahmi ini dapat merekatkan relasi untuk saling mendukung dan menguatkan perjuangan dalam berIMM.

Billahi fisabilil haq, fastabiqul khairat

IMM? Jaya!
IMM?Jaya!
IMM? Jaya! Jaya! Jaya!

Musykom VIII PK IMM Al Khawarizmi UGM, Wujudkan Ikatan Harmonis-Progresif

0

Pimpinan Komisariat IMM Al Khawarizmi UGM melaksanakan musyawarah komisariat (Musykom) VIII pada Sabtu (17/11) dan Ahad (18/11) 2018. Musykom merupakan musyawarah tertinggi di tingkat komisariat yang di dalamnya membahas gerak organisasi selanjutnya serta penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja selama satu periode. Bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, rangkaian Musykom diawali dengan Studium Generale oleh Kakanda Muhammad Yusro, S.T., M.Biotech., Ketua Umum PK IMM Al Khawarizmi UGM periode 2010-2011.

Mengusung tema Rekonstruksi dan Reorientasi Gerak Organisasi serta Ekspansi dalam Mewujudkan Ikatan Harmonis-Progresif, harapannya melalui Musykom VIII tersebut dapat terwujud ikatan yang harmonis dan progresif melalui rekonstruksi dan reorientasi gerak internal organisasi, serta ekspansi gerakan.

Muhammad Arif Hidayat, ketua umum PK IMM Al Khawarizmi UGM periode 2017-2018, dalam sambutannya menyampaikan terkait perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tidak lain karena adanya sifat responsif dan dinamis terhadap berbagai isu terkini. Meski demikian sifat dinamis tersebut tidak boleh meninggalkan ideologi, atau dengan kata lain bergerak namun tetap menjaga idealisme. Harapannya, IMM UGM juga demikian, senantiasa bergerak dinamis, tanpa meninggalkan idealism.

Turut hadir pula, perwakilan dari Pimpinan Cabang IMM Bulaksumur-Karangmalang, Immawan Khairil Faiz, yang menyampaikan pesan penyemangat untuk tetap setia pada jalan dakwah IMM, jalan dakwah Muhammadiyah, serta jalan dakwah Islam.

Selanjutnya, rangkaian acara musykom terdiri atas laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja PK IMM Al Khawarizmi periode 2017/2018, pembahasan mengenai alur kaderisasi, GBHK, dan Rekomendasi, serta penetapan dewan formatur.

Dalam musyawarah tertutup dewan formatur, disepakati penetapan Immawan Zidan Yusron Wijanarko (Teknis Mesin, 2016) sebagai Ketua Umum dan Immawan Hasta Nur Hidayat (Teknik Kimia, 2016) sebagai Sekretaris Umum PK IMM Al Khawarizmi UGM periode 2018-2019.

Dalam sambutannya, Immawan Zidan menyampaikan bahwa amanah menjadi ketua umum PK IMM Al Khawarizmi adalah satu hal yang berat, terutama untuk menjaga progress IMM Al Khawarizmi tetap naik. Untuk itu sangat memohon bantuan dan bimbingan dari semua pihak dalam menjalan amanah tersebut. Harapannya, wasilah dan ghirah dakwah di IMM tetap terjaga melalui media manapun.

(ltf)

IMM UGM Gelar Silaturrahim Keluarga Besar Muhammadiyah UGM

0

Yogyakarta- Bertempat di PP Muhammadiyah Cikditiro, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada menggelar acara Silaturrahim Keluarga Besar Muhammadiyah UGM, Minggu (16/9). Silaturrahim ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, tetapi juga perwakilan dosen. Tujuan diadakan silaturrahim ini adalah untuk mempererat tali persaudaran, sekaligus memperkenalkan Muhammadiyah kepada kader baru.

Dengan nama “Ngopi Bareng IMM: Dari Muhammadiyah untuk Bangsa”, silaturrahim ini bukan hanya sekedar ajang untuk bertemu antar kader, tetapi juga berdiskusi seputar isu Muhammadiyah. Oleh karena itu, kata Ngopi digunakan sebagai singkatan dari Ngobrol Pintar. Konsep ngobrol pintar kemudian dibungkus dengan bentuk talkshow dengan menghadirkan dua pembicara: Bapak Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D selaku Dosen Fakultas Peternakan UGM, dan Bapak Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D selaku Dosen Fakultas Teknik. Dipandu  oleh Habib Haidar dari Fakultas Hukum, masing-masing pembicara memberikan materi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Bapak Ahmad Agus Setiawan atau yang biasa dipanggil Pak Aas, banyak memberikan materi terkait prestasi mahasiswa, karena latar belakang beliau yang memegang salah satu posisi di Direktorat Kemahasiswaan. Beliau lebih banyak memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk bersemangat mengikuti lomba, karena menurutnya, Ditmawa telah menyiapkan banyak apresiasi kepada mahasiswa yang menjadi pemenang. Sedangkan Pak Bambang banyak memberikan materi terkait jihad pangan, sesuai dengan background ilmunya, dan juga keterlibatannya di Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah. Beliau banyak membagikan pengalaman pribadinya di bidang pemberdayaan masyarakat, salah satunya pengalaman beliau saat melakukan pemberdayaan di Papua.

Talkshow yang berjalan sekitar 2 jam tersebut berjalan lancar dan juga interaktif. Banyak mahasiswa yang mendapatkan insight baru dari materi yang disampaikan pembicara. Selain talkshow, dalam silaturrahim ini juga terdapat sesi sharing bersama mengenai IMM UGM. Sharing ini dipantik oleh Immawan Fatah selaku Ketua Umum PK Al Khawarizmi periode 2014-2015, dan Immawan Rusli selaku Ketua Umum PK Ibnu Khaldun periode 2016-2017. Dengan sesi sharing ini, banyak hal-hal yang dikritisi oleh peserta dan menjadi bahan diskusi bersama. (ASA)

Ngobrol Santai IMM UGM Bersama Radio Muhammadiyah

0

Malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB hingga 20.00 WIB, ketua PK IMM Ibnu Khaldun UGM diundang oleh Radio Muhammadiyah yang bertempat di Jln. K. H. Ahmad Dahlan No. 103 Yogyakarta untuk menjadi narasumber dalam program ngobrol santai bersama ortom Muhammadiyah.

Pada acara tersebut, Rusli Akhmad Junaedi selaku ketua PK IMM Ibnu Khaldun UGM berkesempatan berbagai cerita tentang IMM UGM pada sahabatMu (pendengar setia Radio Muhammadiyah). Ia bercerita mengenai sejarah IMM di UGM, persoalan-persoalan yang terdapat pada organisasi mahasiswa ekstra kampus, serta program kerja yang telah dan sedang dilakukan oleh teman-teman IMM di UGM, khususnya PK IMM Ibnu Khaldun UGM.

“Sebagai salah satu ortom muhammadiyah yang berada pada tataran mahasiswa serta bergerak dalam bidang dakwah Islam dan pemberdayaan sosial kemasyarakatan, ke depannya IMM UGM senantiasa terus mengembangkan diri dengan meningkatkan kapasitas internal kader melalui peningkatan frekuensi kegiatan dan peserta yang ikut pada program perkaderan DAD dan DAM. Selain itu, IMM UGM juga akan memetakan serta mematangkan konsep pemberdayaan sosial kemasyarakatan dengan lebih memfokuskan diri pada amal usaha milik Muhammadiyah, seperti Panti Asuhan, sekolah Muhammadiyah, dsb’, ujar Rusli dipenghujung program.

Gathering Kader Baru IMM

1

PK IMM Ibnu Khaldun bersama PK IMM Al Khawarizmi  pada (12/12/16) telah menyelenggarakan acara “Gathering Kader IMM” bertempat di selasar Masjid Kampus UGM. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara pengurus baru pimpinan komisariat IMM UGM periode 2016-2017 dengan kader-kader baru IMM. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh alumnus IMM UGM yang kini menjadi dosen Sekolah Vokasi UGM serta ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Yogyakarta, yaitu Ghifari Yuristiadhi.

Pada acara kali ini, Immawan Ghifari berbagi cerita dengan kader-kader baru IMM mengenai pengalamannya selama bergabung dengan IMM. Ghifari menyampaikan trilogi IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas sejatinya dapat menjadi nilai-nilai yang senatiasa tertanam pada kader-kader IMM.

“Di awal periode ini tiap-tiap pimpinan komisariat perlu mematangkan visi, misi, serta program kerja agar nantinya trilogi IMM sebagai nilai dasar dapat tertanam dengan baik pada masing-masing kader. Program kerja yang hendak disusun oleh tiap-tiap pimpinan komisariat tentu harus mengarah pada visi dan misi organisasi dan persyarikatan agar kader-kader IMM dapat menjadi pionir tajdid”, ujar Ghifari.

IMM UGM PK Khaldun Selenggarakan DAD

0

PK IMM Ibnu Khaldun telah menyelenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) dengan tema “Meluruskan Kiblat Bangsa dengan Penanaman Karakter Kader yang Religius, Intelek, dan Humanis” pada 30 September – 02 Oktober 2016. Tema ini dipilih dengan harapan DAD UGM 2016 dapat menghasilkan kader-kader yang dapat mencerminkan identitas kader IMM guna tercapainya tujuan IMM.

DAD UGM 2016 dilaksanakan di Madrasah Diniyyah Al-Islaah Nitikan, Yogyakarta dengan jumlah peserta sebanyak 15 perwakilan dari berbagai Komisariat di Yogyakarta dan sekitarnya. Dibukanya kesempatan peserta dari luar UGM diharapkan mampu meningkatkan wawasan kader terkait gerak langkah IMM di berbagai universitas lainnya. Sekaligus dapat meningkatkan ukhuwah dan semangat memajukan IMM di universitas masing-masing.

Dalam DAD kali ini, ditambahkan pula materi sociopreneurship guna memacu kemandirian dan kreativitas kader dalam mengembangkan rancangan kegiatan sosial. Sociopreneurship dapat menjadi salah satu alternatif konkrit dalam menyelesaikan permasalahan bersama yang dapat mendorong kemandirian usaha dengan nilai guna dan nilai tambah yang besar bagi masyarakat.

DAD UGM 2016 ditutup oleh Yusuf Ginanjar selaku perwakilan dari PC IMM BSKM. Pada sambutannya, Yusuf menyampaikan bahwa perkaderan tidak hanya berhenti pada saat DAD usai tetapi masih terus berlanjut sesampainya para kader kembali
ke komisariat masing-masing.